The Classical Liberal Perspective

Perspektif liberalime klasik berpandangan bahwa individu bebas mencari dan meraih kepentingan pribadinya, bebas dari kekangan dan kesewenang-wenangan kekuasaan serta bebas untuk menentukan pilihannya sendiri.[1] Clark menguraikan prinsip-prinsip liberalisme klasik melalui pemikiran beberapa tokoh diantaranya Thomas Hobbes, John Locke, Adam Smith, Thomas Maltus, Friedrich A. Hayek, dan Robert Nozick.

Pada dasarnya pemikiran-pemikiran mereka mengenai liberalisme klasik hampir sama dan saling bersinggungan. Misalnya tentang sifat dasar manusia yang egois, individual, buruk, dan brutal, serta perilaku manusia yang berupaya memuaskan kepentingan dan kemauannya. Karena sifat dasar inilah maka akan memicu timbulnya konflik antar individu sehingga diperlukan adanya pemerintah yang diciptakan untuk menyelaraskan kepentingan individu dan memenuhi kepentingan publik dalam sebuah kelompok besar yaitu negara.

Liberalisme klasik percaya bahwa pemerintah harus memunyai kekuasaan yang absolut untuk membuat dan menegakkan hukum. Kekuasaan absolut ini hanya pada sebatas kekuasaan hukum agar antar individu tidak saling bertikai dan kepentingan mereka dapat berjalan selaras. Selain itu pemerintah juga bertugas  melindungi hak kekayaan individu dan menyediakan barang maupun jasa yang menjadi kepentingan umum. Namun, dalam mekanisme pasar, peran pemerintah akan sangat diminimalisir sekali sehingga tidak ada intervensi dalam pasar.

Dalam tulisan ini dijelaskan juga mengenai prinsip-prinsip liberalisme klasik yaitu:

1)Sifat dasar manusia adalah egois, mengutamakan kepentigan pribadi, mampu bertindak mandiri untuk menggunakan rasionya guna memenuhi kebutuhan dan keinginannya;

2)Kelompok masyarakat merupakan kumpulan individu-individu, kelompok masyarakat yang baik akan membebaskan dan memberikan peluang bagi individu untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya;

3)Individu-individu membentuk pemerintahan dengan tujuan melindungi hak-hak mereka melalui konstitusi namun kondisi yang paling baik adalah ketika pemerintah memerintah dengan kadar yang minimal;

4)Tidak ada ukuran baku mengenai moralitas, sehingga individu bebas untuk menetukan apa yang benar dan apa yang salah sesuai dengan pilihan mereka;

5)Kebebasan adalah kondisi di mana tidak ada paksaan dari pemerintah maupun orang lain;

6)Otoritas sebuah negara hanya akan tercipta jika individu menurunkan derajat kebebasan mereka untuk diatur oleh negara;

7)Kesamaan berarti semua warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berkecimpung dalam ekonomi dan memiliki kesamaan hak-hak sipil dalam konstitusi;

8)Keadilan harus menegakkan perlindungan terhadap hak kekayaan dan hak sipil yang tertuang dalam konstitusi serta harus memberikan hukuman bagi oknum-oknum yang melanggar hak orang lain;

9)Efisiensi merupakan suatu kondisi di mana tidak ada orang yang dapat melakukan hal yang lebih baik tanpa merugikan orang lain.[2]

Kemudian Clark menautkan kembali pemikiran liberalisme klasik dengan pemikiran kontemporer. Tiga pemikiran liberalisme klasik temporer yang menonjol adalah Neo-Australian Economics, Public Policy Theory dan New Classical Economics. Pemikirannya hampir sama mengenai kebebasan individu, sifat rasionalnya serta minimalisasi peran pemerintah.

Penjelasannya sangat komprehensif dan sistematis. Ia menjelaskan pemikiran tokoh-tokoh liberalisme klasik beserta dengan prinsip-prinsip perspektif tersebut. Ia pun tetap mengaitkan dan menonjolkan hubungan antara ekonomi dan politik sehingga relevan dengan referensi yang dibutuhkan dalam studi teori ekopolin.

Sama seperti tulisannya The Modern Liberal Perspective Clark memaparkan perspektif liberal modern dengan komprehensif dan sistematis. Namun uraiannya masih kurang mendalam.

Menurutnya pemikiran liberalisme modern berakar dari pemikiran liberalisme klasik. Pemikiran liberal modern ini berupaya mengkombinasikan ideologi-ideologi yang ada. Sehingga menciptakan konsep fleksibilitas dan ketahanan. Liberalisme modern berupaya menggalakkan keadilan sosial, hak kekayaan pribadi dan demokrasi.[3] Tokoh-tokoh pemikirnya antara lain Jeremy Bentham, John Stuart Mill, Thomas Hill Green, Alfred Marshall, John Maynard Keynes serta John Rawls.

Prinsip-prinsip liberalisme modern antara lain:

1)sifat dasar manusia yang rasional namun dalam menentukan tujuan dan pilihannya akan terpengaruhi oleh lingkungan sehingga individu akan menselaraskan antara keinginan pribadinya dengan lingkungan yang ada;

2)dalam kelompok masyarakat tidak hanya ada kepentingan individu namun ada juga kepentingan kolektif sehingga untuk memenuhi semuanya institusi pasar dan pemerintah menjadi penting dan diperlukan;

3)peran pemerintah selain melindungi hak individu juga harus melayani kepentingan kolektif yang tidak bisa diperoleh dan diupayakan hanya oleh seorang individu;

4)moral bersifat subjektif sehingga bersifat relative terhadap individu dan kondisi lingkungan;

5)namun, pemikiran liberalisme modern kurang mengulas mengenai otoritas pemerintah dan bagaimana individu harus mematuhi hukum;

6)konsep kebebasan liberalis modern tidak hanya ketiadaan paksaan dari pemerintah maupun individu lain tetapi juga kemampuan individu untuk meraih tujuannya secara efektif;

7)dua konsep utamanya mengenai kesamaan sosial adalah kesamaan kesempatan dan kesamaan di bawah hukum;

8)keadilan akan tercapai jika HAM dan hak kekayaan individu dapat ditegakkan oleh karena itu pemerintah harus menemukan keselarasan antara keduanya dan dapat melayani kepentingan publik;

9)efisiensi merupakan maksimalisasi nilai barang dan jasa yang diproduksi.

Pemikiran-pemikiran baru yang sejalan dengan perspektif liberalis modern adalah New Keynesian Economics, Neocorporatism dan Post-Keynesian Economics.

Giplin yang mengulas pemikiran ekonomi neoklasik melalui The Neoclassical Conception of the Economy secara detail dan mendalam. Ia menguraikan bahwa ekonomi merupakan studi tentang melakukan pilihan dan keputusan dalam situasi langka.[4]

Gilpin mengulas ekonomi sebagai sistem pasar. Menurutnya individu merupakan aktor ekonomi yang paling mendasar bersifat rasional dan egois sehingga akan bertindak secara efisien dengan mengalokasikan sumber daya yang ada untuk mencapai kepentingannya.

Secara umum ekonomi adalah ilmu tentang pilihan yang rasional dan ilmu sosial yang universal. Ia banyak mengulas mengenai kelangkaan, nilai manfaat (utility) suatu barang maupun jasa, keseimbangan harga dan jumlah permintaan-penawaran, pasar yang bersifat self regulating dan self correcting, bagaimana memprediksi jumlah permintaan dan penawaran dalam kondisi ceteris paribus (tetap). Ilmu ekonomipun berkehendak agar peran pemerintah haruslah minimal.

Berlandaskan sifat dasar manusia yang rasional dan efisien ilmu ekonomi berupaya menentukan kebijakan secara tepat berdasarkan perhitungan, metode, kuantitas, uji coba melalui metode ekonomi untuk menentukan kebijakan ekonomi.

Namun Gilpin tersebut terlalu menyoroti masalah ekonomi saja, sangat minim ulasannya  mengenai politik. Sehingga terlihat sebagai referensi ekonomi saja dan kurang dapat dipahami serta dicerna bagi mahasiswa yang berlatar belakang ilmu HI.


[1]   Barry Clark. 1948. Political Economy A Comparative Approach : The Classical Liberal Perspective. Page 41. 2nd Ed. British : Preager West Port.

[2] Barry Clark. 1948. Political Economy A Comparative Approach : The Classical Liberal Perspective. Page 48-49. 2nd Ed. British : Preager West Port.

[3] Barry Clark. 1948. Political Economy A Comparative Approach : The Modern Liberal Perspective. Page 89. 2nd Ed. British : Preager West Port.

[4]   David Ricardo dalam Robert Gilpin. 2001. Global Political Economy Understanding the International Economic Order : The Neoclassical Conception of Economy. Page 48. UK : Princenton University Press.

DAFTAR PUSTAKA

 

Clark, Barry. 1948. Political Economy A Comparative Approach : The Classical Liberal Perspective. 2nd Ed. British : Preager West Port.

————–. 1948. Political Economy A Comparative Approach : The Modern Liberal Perspective. 2nd Ed. British : Preager West Port.

Gilpin, Robert. 2001. Global Political Economy Understanding the International Economic Order : The Neoclassical Conception of Economy. UK : Princenton University Press.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: